UPT. Puskesmas Kunir

03 Juli 2024   199 kali  
INSPESKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA), APA MANFAATNYA?
INSPESKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA), APA MANFAATNYA?

Pemeriksaan inspeksi visual asetat (IVA) merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk skrining kanker leher rahim atau yang lebih dikenal dengan kanker serviks. Menurut data WHO Tahun 2022, kanker serviks merupakan jenis kanker dengan jumlah penderita terbanyak kedua setelah kanker payudara yang diderita wanita di Indonesia. [1]

Kanker serviks merupakan keganasan yang berasal dari serviks. Penyebab kanker serviks diketahui adalah virus HPV (Human Papilloma Virus) sub tipe onkogenik, terutama sub tipe 16 dan 18. Adapun faktor risiko terjadinya kanker serviks antara lain: aktivitas seksual pada usia muda, berhubungan seksual dengan multipartner, merokok, mempunyai anak banyak, sosial ekonomi rendah, pemakaian pil KB (dengan HPV negatif atau positif), penyakit menular seksual, dan gangguan imunitas.[2]

Pemeriksaan IVA menjadi pilihan utama skrining kanker serviks dibandingkan pemeriksaan pap smear pada daerah dengan sumber daya terbatas. Hal ini karena pemeriksaan ini dapat diaplikasikan secara luas, membutuhkan peralatan yang sederhana, dan mudah untuk dilakukan. Penggunaan pemeriksaan ini diharapkan dapat menurunkan insidensi kanker serviks akibat deteksi dan pengobatan yang dilakukan sedini mungkin.[3,4]

Pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan dengan cara mengoleskan secara langsung Asam Asetat/cuka dapur encer (konsentrasi 3-5%) pada leher rahim. Setelah ditunggu kurang lebih satu menit, jika terdapat sel-sel displasia (tahapan pra kanker) akan terlihat bercak putih. [5]

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, jumlah Proporsi Cek Kesehatan Skrining Kanker Serviks (Papsmear/Tes IVA) pada Perempuan ≥15 Tahun, di Provinsi Jawa Timur sebanyak 93,7% tidak pernah melakukan skrining.[6]

UPT Puskesmas Kunir saat ini telah memiliki unit layanan pemeriksaan IVA yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih yang telah memiliki sertifikat pelatihan IVA. Hal ini dilakukan sebagai salah upaya untuk mendekatkan akses pemeriksaan bagi perempuan di wilayah kerja UPT Puskesmas Kunir yang memiliki risiko kanker serviks.

Untuk informasi yang lebih jelas tentang pelayanan IVA, silahkan kunjungi https://pkmkunir.dinkesp2kb.lumajangkab.go.id/layanan/detail/33

 

Sumber :

  1. Global Cancer Observatory. Indonesia fact sheets. World Health Organization, 2022. https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheet.pdf
  2. Komite Penanggulangan Kanker Nasional. Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks.
  3. Saleh HS. Can visual inspection with acetic acid be used as an alternative to Pap smear in screening cervical cancer? Middle East Fertility Society Journal. 2013 October.
  4. The American College of Obstetrician and Gynecologists. Cervical Cancer Screening in Low-Resource Settings. 2015 February; 624(125).
  5. Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit. Penapisan kanker leher rahim lewat kunjungan tunggal tes IVA. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016.
  6. Survei Kesehatan Indonesia. 2023. https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/17169067256655eae5553985.98376730.pdf